Rabu, 16 Oktober 2013

Pada Mulanya

AKU LAGI
Aku tergabung dalam pelayanan penginjilan dengan beberapa tim. Semula aku cuma ingin jalan-jalan dan ikut-ikutan teman pelayanan ke berbagai daerah. Dan setelah beberapa kali “kesana-kemari” dengan tim tersebut, aku merasa berdosa dengan keadaanku yang sepertinya menanam talenta yang hanya “satu” itu.
Bukan dengan kuatku... aku bisa berkata-kata / nulis hikmat. Semua membutuhkan proses dan tuntunan dari Roh Kudus sendiri. Mungkin terlihat, aku bisa lancar berkata-kata karena aku pernah jadi tenaga sales di daerah Blitar – Jatim plus hampir tiap hari aku berkata-kata ke banyak orang (bukannya aku cerewet)  alias ngajar ke banyak para muda.  Makanya kadang-kadang Bahasa Indonesia tinggi-ku sering melenceng karena sudah keasikan ngomong / nulis ke bahasa orang kebanyakan, hehe.
Aku senang dengan kegiatan “Pergi dan jadikan” ke berbagai pelosok daerah yang ada di bumi Halmahera. Ya, Halmahera menjadi Yerusalemku dan berbagai pelosok daerah menjadi Yudea dan Samaria serta di waktu-waktu mendatang aku akan tiba di Asia, Australia, Afrika, Amerika bahkan  Eropa sebagai ujung bumi yang dikehendaki Tuhan bagiku. Untuk hal ini aku dengan tegas mengatakan AMIN... AMIN... AMIN... !!!
Sssttt... maklum doyan jalan-jalan sih... hehe.
Ehem, by the way... tim-tim dimana aku bergabung dengan mereka adalah : Komsel Kasih Karunia, Paseo Humada Ministry, dan Komunitas Sahabat Anak.

TENTANG MEREKA
1.     Komsel Kasih Karunia
Bermula dari acara kerja bersihin gedung gereja secara bersama setiap minggu selesai ibadah,  kalau tidak salah tahun 2007 kami ngumpul-ngumpul saat bersihin gereja (sebutan waktu itu adalah Tim Satgas) dan Tuhan menyatukan hati kami untuk membentuk suatu komunitas sel. Setelah diperbaharui pola pikir kami dan life style kami dari ciptaan lama menjadi ciptaan baru dalam kegiatan SPK Pemenang berbagai angkatan. Dan terjadilah Komsel Menara Doa.

Dari komsel ini jumlah kami yang semula ada 5 KK menjadi bertambah dan berkurang seiring dengan kondisi yang boleh kami alami. Ke-5 KK tersebut baiklah aku dengan rendah hati sebutkan disini yaitu : 1. Kel. Makris Kalibato, 2. Kel. Nathanael Kalumata, 3. Kel. Boas Djaenal,  4. Kel. Riset David, 5. Kel. Melfin Seng. Mereka adalah kumpulan keluarga yang luar biasa punya kesehatian yang tak tergoyahkan (semoga bertahan terus kesehatiannya sampai Tuhan Yesus panggil pulang satu per satu, Amin).

Ada yang gabung cuma sebagai pamerhati komsel, ada yang gabung karena “dari pada tarada kegiatan di rumah”, dan berbagai macam “masukan” bergabungnya mereka dengan komsel ini. Fluktuasi jumlah anggota komsel adalah hal yang lumrah untuk terjadi.

Sebenarnya aku pribadi, sekali lagi secara pribadi merasa capek juga kalo tiap minggu nyapu, bersihin dan rapikan gereja melulu dan tidak berkembang ke kiri dan ke kanan.

Lamakelamaan kemudian...

“Sebaiknya Komsel Menara Doa dibubarkan saja”, kata seorang pemimpin gereja lokal kami, “Karena tidak ada perkembangan alias jalan di tempat”, tambahnya.

“Komsel harus mengalami multiplikasi”, jelas pemimpin yang lain.

“Tapi Pak... kami tidak mau pisah karena kami sudah ada rasa saling di 5 KK ini!!” bantah seorang dari kami. “Terus Pak, kalau kami harus ‘pecah’ apakah kami akan dapat memiliki rasa saling dengan orang baru?”

“Komsel yang tidak multiplikasi adalah komsel yang tidak sehat, ingat itu!. Kalian harus jadi berkat buat orang lain juga”, jawab pemimpin itu dengan pandangan tegas ke arah kami.

“Kalau kalian hanya begini terus, ubahlah visi dan misi komsel kalian, atau nama komsel”, Saran pemimpin yang pertama tadi.
 
Ouch... Sakitnya dipisahkan!

Hehe... kok tulisannya jadi kayak cerpen ya...?

Yah memang gitu garis besarnya keadaan Komsel Menara Doa. Trus apa hubungannya dengan komsel Kasih Karunia?

Ngecerpen lagi ya... hehe (menyalurkan bakat terpendam, xixixi)

Lamakelamaan berikutnya...
IMG0892A.jpg
“Komsel itu sebaiknya jumlah maksimal 15 orang, karena akan ada rasa saling, kalau sudah banyak begini susah ada rasa salingnya. Dan jika jumlahnya sebanyak ini, namanya bukan lagi komsel tetapi persekutuan. Pasti kalian ada yang tidak saling tau nama ‘kan?. Kalau nama sesama anggota komsel saja kalian tidak tahu bagaimana mau saling melayani dan mengasihi? Sudah saatnya kalian harus buka cabang di area lain maupun di daerah lain misalkan Toliwang, Parseba yang ada di Kao sana, ataupun di Mede Tobelo bagian Utara biar Pak Natanael yang memimpin komsel di Mede. Terus boleh juga buka komsel seprofesi. Kalau kalian tetap bertahan dengan jumlah sebanyak ini..., sebanyak berapa Pak Riset jumlah anggota komsel ini?” Koordinator Komsel Gereja lokal bertanya kepadaku sebagai Tim PKS Kasih Karunia.

“Ada sekitar 40 orang dewasa belum terhitung anak-anak yang mereka bawa, Pak. Estimasi saya kalau dikumpul semua Pak, jumlah anggota semua ada kurang lebih 60 sampai 70 orang Pak! Kami juga sudah punya pemikiran untuk membuka cabang komsel Kasih Karunia di beberapa tempat seperti yang Bapak sebutkan tadi. Ehem, dan juga kami ada rencana untuk buka cabang di luar negeri Pak!” jawabku berdasarkan data sensus terakhir yang aku lakukan beberapa hari sebelumnya.

Begitulah...

IMG0898A.jpgPuji Tuhan dengan segala kebesaranNya...
Dari Komsel Menara Doa yang anggotanya terbatas hanya di Tim Satgas  kami mengubah nama komsel kami menjadi Komsel Kasih Karunia pada bulan Oktober 2012. Kami sebelumnya telah dan terus bergerak dengan melakukan penginjilan dan kami rangkul orang-orang yang terluka. Penginjilan dari komsel ini dipelopori oleh suami istri Boas Mariana. Tuhan menambahkan jumlah anggota komsel kami dari hanya 5 KK atau 10 orang saja menjadi 40, 60 sampai hampir 70... Haleluya!!!. Kuncinya Pergi dan Jadikan segala bangsa murid Tuhan Yesus bukan murid penginjil apalagi murid pendeta. Please... jangan salah!

Pelayanan yang kami lakukan di komsel adalah pemberitaan Firman Tuhan, Pujian, Kesaksian, Penyembuhan luka batin, pelepasan dari keterikatan roh jahat dan tentu saja, makan-makannya itu lho...

Banyak kisah yang terjadi di komsel kami namun yang dapat aku tulis cukup yang bagian-bagian terpenting  dari yang terpenting saja. Dan diatas segala kepentingan dan kisah terpenting itu adalah Pentingnya memberitakan bahwa Kerajaan Surga Sudah Dekat dan Yesus itu Tuhan dan hanya melalui DIA-lah jalan kebenaran dan hidup.

Aku bergabung dengan komsel ini dari sejak awal pendirian sampai sekarang.

2.     Paseo Humada Ministry
100_3919.JPGDidirikan pada Februari 2010, dipelopori oleh Herman Luisan. Banyak orang yang menyebutnya pendeta tapi Pak Herman sendiri keberatan dengan sebutan itu.
Kita (saya) bukan Pendeta, jadi ngoni jang pangge-pangge kita pendeta”, Ultimatumnya kepada orang yang pernah dilayani.

100_3962.JPGPaseo Humada Ministry sendiri dimulai ketika kerinduan akan jiwa-jiwa bagi Kristus yang ditaruh Allah dalam hati Pak Herman. Doa Pak Herman waktu itu adalah meminta Tuhan memberikan teman yang dapat bersama dengannya menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang di daerah Halmahera. Dan Tuhan memberikan Pak Boas serta Ibu Mariana sebagai teman awal Pak Herman dalam pelayanan penjangkauan jiwa-jiwa bagi Kristus. Kini dengan seiring waktu yang terus berlalu maka Tuhan terus menambahkan jumlah anggota dalam tim Paseo Humada Ministry, termasuk aku.

Paseo Humada sendiri berarti di mana hamba-hamba Tuhan berada disitu mukjizat yang kreatif terjadi.

3.     Komunitas Sahabat Anak
Secara resmi sih,... tidak. Kalau ditanya bergabungnya aku ke Komunitas Sahabat Anak ini. Tapi aku pernah ikut pelayanan bersama dengan tim ini ke Mede, dan Tetewang. Tetapi menurutku melayani Kristus dan melakukan pekerjaanNya di IMG0911A.jpgdunia ini seseorang tidak perlu dengan resmi tidaknya seseorang bergabung dalam suatu tim. Yang diperlukan disini adalah adakah hatimu untuk membawa jiwa-jiwa yang terhilang - siapapun juga itu termasuk anak-anak-, kepada Kristus? Bukankah kita satu tujuan yang mengarah kepada kemuliaan Kristus?
Tim ini dipimpin oleh Ibu Sonya Fangidae. Dalam setiap pelayanan yang dilakukan, tim ini selalu memberikan makanan sehat dan susu kepada anak-anak yang mereka layani. Pujian dan permainan serta penyampaian firman melalui badut.
Yaps... kayaknya itu saja dulu yang bisa aku sampaikan untuk saat ini karena kalo mo nyampein secara lengkap... waduh... ga mampu cerita deh... capek ngetiknya... Semua komunitas yang aku gabung adalah komunitas yang sehat dan berlandaskan Alkitab sebagai Firman Tuhan. Kami ga mau Cuma asal ngumpul-ngumpul tetapi bekerja buat Tuhan di akhir zaman ini. Meskipun berbagai hambatan dan tantangan selalu menyertai perjalanan pelayanan kami.
Yang pasti apapun yang kita lakukan (paragraf ini menjadi peringatan khusus buat aku tapi di share saja) pikirkanlah semua yang berkenan pada Tuhan dan memuliakan NamaNya yang kekal dan kudus itu. Dalam bidang apapun Tuhan tempatkan kita saat ini, pasti ada rencana indahNya di balik semua tantangan persoalan yang kita hadapi. Sebab tantangan dalam hidup kita di dunia ini  pasti ada, kalau kita ingin hidup tanpa masalah ataupun tantangan berarti pulang aja ke Rumah Bapa. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar