AKU LAGI
Aku
tergabung dalam pelayanan penginjilan dengan beberapa tim. Semula aku cuma
ingin jalan-jalan dan ikut-ikutan teman pelayanan ke berbagai daerah. Dan
setelah beberapa kali “kesana-kemari” dengan tim tersebut, aku merasa berdosa
dengan keadaanku yang sepertinya menanam talenta yang hanya “satu” itu.
Bukan
dengan kuatku... aku bisa berkata-kata / nulis hikmat. Semua membutuhkan proses
dan tuntunan dari Roh Kudus sendiri. Mungkin terlihat, aku bisa lancar
berkata-kata karena aku pernah jadi tenaga sales di daerah Blitar – Jatim plus hampir
tiap hari aku berkata-kata ke banyak orang (bukannya
aku cerewet) alias ngajar ke banyak
para muda. Makanya kadang-kadang Bahasa
Indonesia tinggi-ku sering melenceng karena sudah keasikan ngomong / nulis ke
bahasa orang kebanyakan, hehe.
Aku
senang dengan kegiatan “Pergi dan jadikan” ke berbagai pelosok daerah yang ada
di bumi Halmahera. Ya, Halmahera menjadi Yerusalemku dan berbagai pelosok
daerah menjadi Yudea dan Samaria serta di waktu-waktu mendatang aku akan tiba
di Asia, Australia, Afrika, Amerika bahkan
Eropa sebagai ujung bumi yang dikehendaki Tuhan bagiku. Untuk hal ini
aku dengan tegas mengatakan AMIN... AMIN... AMIN... !!!
Sssttt...
maklum doyan jalan-jalan sih... hehe.
Ehem,
by the way... tim-tim dimana aku bergabung dengan mereka adalah : Komsel Kasih Karunia, Paseo Humada
Ministry, dan Komunitas Sahabat
Anak.
TENTANG MEREKA
1. Komsel Kasih
Karunia
Bermula dari acara kerja bersihin gedung
gereja secara bersama setiap minggu selesai ibadah, kalau tidak salah tahun 2007 kami
ngumpul-ngumpul saat bersihin gereja (sebutan waktu itu adalah Tim Satgas) dan
Tuhan menyatukan hati kami untuk membentuk suatu komunitas sel. Setelah
diperbaharui pola pikir kami dan life style kami dari ciptaan lama menjadi
ciptaan baru dalam kegiatan SPK Pemenang berbagai angkatan. Dan terjadilah
Komsel Menara Doa.
Dari komsel ini jumlah kami yang semula ada 5
KK menjadi bertambah dan berkurang seiring dengan kondisi yang boleh kami
alami. Ke-5 KK tersebut baiklah aku dengan rendah hati sebutkan disini yaitu :
1. Kel. Makris Kalibato, 2. Kel.
Nathanael Kalumata, 3. Kel. Boas Djaenal,
4. Kel. Riset David, 5. Kel. Melfin Seng. Mereka adalah kumpulan
keluarga yang luar biasa punya kesehatian yang tak tergoyahkan (semoga bertahan
terus kesehatiannya sampai Tuhan Yesus panggil pulang satu per satu, Amin).
Ada yang gabung cuma sebagai pamerhati komsel,
ada yang gabung karena “dari pada tarada
kegiatan di rumah”, dan berbagai macam “masukan” bergabungnya mereka dengan
komsel ini. Fluktuasi jumlah anggota komsel adalah hal yang lumrah untuk
terjadi.
Sebenarnya aku pribadi, sekali lagi secara
pribadi merasa capek juga kalo tiap minggu nyapu, bersihin dan rapikan gereja
melulu dan tidak berkembang ke kiri dan ke kanan.
Lamakelamaan kemudian...
“Sebaiknya Komsel Menara Doa dibubarkan saja”,
kata seorang pemimpin gereja lokal kami, “Karena tidak ada perkembangan alias
jalan di tempat”, tambahnya.
“Komsel harus mengalami multiplikasi”, jelas
pemimpin yang lain.
“Tapi Pak... kami tidak mau pisah karena kami
sudah ada rasa saling di 5 KK ini!!” bantah seorang dari kami. “Terus Pak,
kalau kami harus ‘pecah’ apakah kami akan dapat memiliki rasa saling dengan
orang baru?”
“Komsel yang tidak multiplikasi adalah komsel
yang tidak sehat, ingat itu!. Kalian harus jadi berkat buat orang lain juga”,
jawab pemimpin itu dengan pandangan tegas ke arah kami.
“Kalau kalian hanya begini terus, ubahlah visi
dan misi komsel kalian, atau nama komsel”, Saran pemimpin yang pertama tadi.
Ouch... Sakitnya dipisahkan!
Hehe... kok tulisannya jadi kayak cerpen
ya...?
Yah memang gitu garis besarnya keadaan Komsel
Menara Doa. Trus apa hubungannya dengan komsel Kasih Karunia?
Ngecerpen lagi ya... hehe (menyalurkan bakat
terpendam, xixixi)
Lamakelamaan berikutnya...

“Komsel itu sebaiknya jumlah maksimal 15
orang, karena akan ada rasa saling, kalau sudah banyak begini susah ada rasa
salingnya. Dan jika jumlahnya sebanyak ini, namanya bukan lagi komsel tetapi
persekutuan. Pasti kalian ada yang tidak saling tau nama ‘kan?. Kalau nama sesama
anggota komsel saja kalian tidak tahu bagaimana mau saling melayani dan
mengasihi? Sudah saatnya kalian harus buka cabang di area lain maupun di daerah
lain misalkan Toliwang, Parseba yang ada di Kao sana, ataupun di Mede Tobelo
bagian Utara biar Pak Natanael yang memimpin komsel di Mede. Terus boleh juga
buka komsel seprofesi. Kalau kalian tetap bertahan dengan jumlah sebanyak
ini..., sebanyak berapa Pak Riset jumlah anggota komsel ini?” Koordinator
Komsel Gereja lokal bertanya kepadaku sebagai Tim PKS Kasih Karunia.
“Ada sekitar 40 orang dewasa belum terhitung
anak-anak yang mereka bawa, Pak. Estimasi saya kalau dikumpul semua Pak, jumlah
anggota semua ada kurang lebih 60 sampai 70 orang Pak! Kami juga sudah punya
pemikiran untuk membuka cabang komsel Kasih Karunia di beberapa tempat seperti
yang Bapak sebutkan tadi. Ehem, dan
juga kami ada rencana untuk buka cabang di luar negeri Pak!” jawabku
berdasarkan data sensus terakhir yang
aku lakukan beberapa hari sebelumnya.
Begitulah...
Puji Tuhan dengan segala kebesaranNya...
Dari Komsel Menara Doa yang anggotanya
terbatas hanya di Tim Satgas kami
mengubah nama komsel kami menjadi Komsel Kasih Karunia pada bulan Oktober 2012.
Kami sebelumnya telah dan terus bergerak dengan melakukan penginjilan dan kami
rangkul orang-orang yang terluka. Penginjilan dari komsel ini dipelopori oleh
suami istri Boas Mariana. Tuhan menambahkan jumlah anggota komsel kami dari
hanya 5 KK atau 10 orang saja menjadi 40, 60 sampai hampir 70... Haleluya!!!.
Kuncinya Pergi dan Jadikan segala bangsa murid Tuhan Yesus bukan murid
penginjil apalagi murid pendeta. Please... jangan salah!
Pelayanan yang kami lakukan di komsel adalah
pemberitaan Firman Tuhan, Pujian, Kesaksian, Penyembuhan luka batin, pelepasan
dari keterikatan roh jahat dan tentu saja, makan-makannya itu lho...
Banyak kisah yang terjadi di komsel kami namun
yang dapat aku tulis cukup yang bagian-bagian terpenting dari yang terpenting saja. Dan diatas segala
kepentingan dan kisah terpenting itu adalah Pentingnya memberitakan bahwa
Kerajaan Surga Sudah Dekat dan Yesus itu Tuhan dan hanya melalui DIA-lah jalan kebenaran
dan hidup.
Aku bergabung dengan komsel ini dari sejak
awal pendirian sampai sekarang.
2. Paseo Humada
Ministry
Didirikan
pada Februari 2010, dipelopori oleh Herman Luisan. Banyak orang yang
menyebutnya pendeta tapi Pak Herman sendiri keberatan dengan sebutan itu.
“Kita
(saya) bukan Pendeta, jadi ngoni jang pangge-pangge kita pendeta”,
Ultimatumnya kepada orang yang pernah dilayani.
Paseo Humada Ministry sendiri dimulai ketika
kerinduan akan jiwa-jiwa bagi Kristus yang ditaruh Allah dalam hati Pak Herman.
Doa Pak Herman waktu itu adalah meminta Tuhan memberikan teman yang dapat
bersama dengannya menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang di daerah Halmahera. Dan
Tuhan memberikan Pak Boas serta Ibu Mariana sebagai teman awal Pak Herman dalam
pelayanan penjangkauan jiwa-jiwa bagi Kristus. Kini dengan seiring waktu yang
terus berlalu maka Tuhan terus menambahkan jumlah anggota dalam tim Paseo
Humada Ministry, termasuk aku.
Paseo Humada sendiri berarti di mana
hamba-hamba Tuhan berada disitu mukjizat yang kreatif terjadi.
3. Komunitas
Sahabat Anak
Secara
resmi sih,... tidak. Kalau ditanya bergabungnya aku ke Komunitas Sahabat Anak
ini. Tapi aku pernah ikut pelayanan bersama dengan tim ini ke Mede, dan
Tetewang. Tetapi menurutku melayani Kristus dan melakukan pekerjaanNya di
dunia ini
seseorang tidak perlu dengan resmi tidaknya seseorang bergabung dalam suatu
tim. Yang diperlukan disini adalah adakah hatimu untuk membawa jiwa-jiwa yang
terhilang - siapapun juga itu termasuk anak-anak-, kepada Kristus? Bukankah
kita satu tujuan yang mengarah kepada kemuliaan Kristus?
dunia ini
seseorang tidak perlu dengan resmi tidaknya seseorang bergabung dalam suatu
tim. Yang diperlukan disini adalah adakah hatimu untuk membawa jiwa-jiwa yang
terhilang - siapapun juga itu termasuk anak-anak-, kepada Kristus? Bukankah
kita satu tujuan yang mengarah kepada kemuliaan Kristus?
Tim
ini dipimpin oleh Ibu Sonya Fangidae. Dalam setiap pelayanan yang dilakukan,
tim ini selalu memberikan makanan sehat dan susu kepada anak-anak yang mereka
layani. Pujian dan permainan serta penyampaian firman melalui badut.
Yaps...
kayaknya itu saja dulu yang bisa aku sampaikan untuk saat ini karena kalo mo
nyampein secara lengkap... waduh... ga mampu cerita deh... capek ngetiknya...
Semua komunitas yang aku gabung adalah komunitas yang sehat dan berlandaskan
Alkitab sebagai Firman Tuhan. Kami ga mau Cuma asal ngumpul-ngumpul tetapi
bekerja buat Tuhan di akhir zaman ini. Meskipun berbagai hambatan dan tantangan
selalu menyertai perjalanan pelayanan kami.
Yang
pasti apapun yang kita lakukan (paragraf
ini menjadi peringatan khusus buat aku tapi di share saja) pikirkanlah
semua yang berkenan pada Tuhan dan memuliakan NamaNya yang kekal dan kudus itu.
Dalam bidang apapun Tuhan tempatkan kita saat ini, pasti ada rencana indahNya
di balik semua tantangan persoalan yang kita hadapi. Sebab tantangan dalam
hidup kita di dunia ini pasti ada, kalau
kita ingin hidup tanpa masalah ataupun tantangan berarti pulang aja ke Rumah
Bapa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar